Love Is……?

Seorang sahabat pria bercerita tentang hubungan (pacaran) dengan teman wanitanya telah berakhir. Sudah menjadi hal biasa baik pria atau wanita pernah mengalami hal seperti ini, dan pada umumnya juga terjadi dengan sangat menyakitkan jika putus cinta terjadi bagi salah satu atau keduanya. Baik yang ditinggalkan ataupun yang meninggalkan salah satu pihak akan merasakan suatu derita karena putus cinta.

Bukan hal yang aneh jika ketika terjadi pemutusan hubungan cinta, salah satu atau keduanya memiliki cerita dan pandangan yang berbeda dalam menyikapi putus cintanya. Putus cinta akan terlihat seperti hal yang mengerikan dan orang yang sedang menjalani dan nampaknya enggan untuk menghadapi kenyataan ini. Seperti sebuah peribahasa “Cinta seperti perang, mudah untuk memulai tapi sulit untuk mengakhiri”.

Putus cinta seperti kaca yang pecah berserakan, yang dibanting dengan sangat keras, berkeping-keping, hati yang mengerang kesakitan dengan seluruh perasaan yang berkecamuk yang terjadi dalam hati sehingga entah bagaimana bisa untuk bisa melukiskan sebuah perasaan yang sedang putus cinta. Menurut David Zinczenko, seorang kolumnis Men’s Health menggambarkan bahwa ternyata pria lebih rentan terkena imbas atau pengaruh secara psikologis ketika putus cinta. Dan pria lebih tidak bisa mengatasi permasalahan putus cinta dibanding wanita.

Apapun itu alasanya seperti yang digambarkan oleh David Zinczenko, satu poin penting yang bisa diurai dan menjadi alasan utama adalah “Men Idealize the Dating Game”. Para pria menganggap cinta menjadi sesuatu hal yang ideal, selalu memikirkan hal yang serius, entah impian kedepan (menikah misalnya) ataupun keinginan lain. Menjadi hal yang wajar karena pria memiliki kemampuan ruang dalam otaknya untuk bisa mendeskripsikan atau menggambarkan keinginan masa depan ketika mereka (pria) telah merasakan hal yang indah pada masa-masa intim dengan pasangannya.

Bolehkah pria bersikap seperti diatas tadi?

Boleh sobat, sangat boleh dan tidak ada larangan karena itu adalah hak anda. Dan sudah seharusnya para pria berlaku tulus dalam menjalani cinta dengan pasanganya.

Akan tetapi jika terjadi hal yang sangat mengerikan (putus cinta), bagaimana cara pria menghadapinya?

Kei Savourie, seorang Love & Romance Coach dan Founder dari Hitman System, menjelaskan dalam konsultasi Broken-heart Survival Guide (BSG) memberikan tips-tips rahasia bagaimana mengatasi masalah putus cinta dan bangkit dari keterpurukan, kembali bersinar dan menemukan cinta kembali.

Baik saya tidak akan membagikan tips rahasia tersebut karena bukan kapasitas saya, tetapi mari kita lihat apa yang terjadi sebenarnya ketika putus cinta.

Jika kita lihat sesuai judul diatas, love is…, ya love is Illusion. Sebuah baris lirik dalam lagu Michael Learns To Rock – That’s Why (You Go Away) “Love is one big illusion”. Cinta adalah sebuah ilusi, ilusi yang selalu bisa membayangkan pujaan hati, berimajinasi sang kekasih. Kita dapat berkhayal dan memimpikan suatu saat akan terjadi hal yang indah bersama kekasih dan lain sebagainya. Hal yang lumrah dan biasa terjadi ketika sedang kasmaran. Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa cinta adalah ILUSI TERBESAR yang melintas di kepala dan hati seseorang yang sedang jatuh cinta.

Sekali lagi ilusi…ilusi cinta sobat!

Ketika putus cinta terjadi, apakah anda merasa putus hati, sakit hati? Tidak sobat, anda hanya mengalami ilusi juga, bukan ilusi cinta tapi ilusi ego (Illusion of Ego).

The ego is dependent on the thoughts that the mind thinks. These thoughts evoke feelings and desires, which evoke action. If a desire cannot be fulfilled, anger, unhappiness or hostility arises (Remez Sasson).

Ego tergantung pada pikiran pikiran yang berpikir. Pikiran ini menimbulkan perasaan dan keinginan, yang menimbulkan tindakan. Jika keinginan tidak dapat dipenuhi, kemarahan, ketidakbahagiaan atau permusuhan muncul.

Menurut pandangan bebas dari saya, ketika putus cinta, andapun mengalami putus ego (broken ego). Karena pada saat cinta dan hubungan dimulai, jelas anda merasa ego anda tinggi, tinggi sekali bahkan bisa mengalahkan tinggi langit ketujuh, adalah sebab dari ego yang ber-ilusi ketika cinta sedang berkembang dan bermekaran. Berhayal, berimajinasi, bermimpi dan jelas itu adalah tindakan ber-ilusi, jelas ego anda TERPUASKAN bersama pasangan anda.

Pada saat anda putus cinta, semua ilusi itu hilang, anda tidak dapat kembali berhayal yang indah, berimajinasi dapat pergi ke awan naik Pegasus bersama kekasih dan lain sebagainya yang sebelumya telah diimajinasikan. Saat putus cinta anda seakan-akan anda tidak dihargai, ditinggalkan, tidak dianggap keberadaan anda, segala impian berserakan saat itu, semua rencana hancur berantakan.

Penyesalan yang nampaknya tiada akhir saat putus cinta, karena telah begitu banyak pengorbanan yang sudah dilakukan, tiba saatnya anda ditinggalkan. Karena saat menyedihkan itu EGO ANDA TIDAK TERPUASKAN KEMBALI, yang selama ini ego anda terpuaskan dan tersalurkan berkat pasangan anda, apapun itu. Ini yang disebut mengalami broken ego. Sobat, bukan putus hati atau putus cinta tapi….putus ego. Satu hal yang tidak pria lakukan adalah pria tidak dapat mengontrol ilusi, tidak dapat mengontrol ego, selama ego tersalurkan tidak peduli yang akan terjadi jika ego tidak terpuaskan kembali. Cinta adalah ilusi serta ilusi dari ego, dan putus cinta adalah hanya ilusi dari ego.

3 Comments on "Love Is……?"

  1. Quite a beautiful website. I recently built mine and i was looking for some ideas and you gave me a few. The website was developed by you?

    Thanks

Trackbacks for this post

  1. Tweets that mention Love Is……? « Tukang Pukul Bandung -- Topsy.com

Got something to say? Go for it!

 
Google PR: 0